Opini  

Kebenaran & Keberanian VS Kekuasaan & Kekayaan

Analisa Khamim Kasus Jati Sewu Adalah Ujian, Apakah Hukum Berdiri Diatas Kekuasaan

Pengamat Hukum Tata Negara S.H., M.H. Dikantor DPRD Gresik. (Foto: Dokumen Pribadi)

Oleh: Khamim, S.H., M.H.

Kasus Wisata Jati Sewu bukan sekadar persoalan perizinan atau etik. Ini adalah pertarungan sesungguhnya: Kebenaran dan Keberanian melawan Kekuasaan dan Kekayaan.

KEBENARAN SUDAH BERDIRI TEGAK

Ada tiga fakta yang tak terbantah:

1. Ada anak yang meninggal dunia.

2. Usaha wisata beroperasi tanpa izin.

3. Pejabat yang memiliki tupoksi perizinan diduga melanggar aturan itu sendiri.

Tiga fakta ini tidak bisa dihapus oleh surat apa pun.

KEKUASAAN DIJADIKAN TAMENG

Dari dibiarkan beroperasi, pelantikan tetap dilanjutkan, hingga dijatuhkannya sanksi ringan. Pola ini dinilai sebagai bentuk perlindungan.

Pertanyaannya kemudian: Yang menentukan siapa yang menang, apakah jabatan atau uang? Tidak. Yang menentukan adalah KEBERANIAN.

Kebenaran sudah ada di depan mata. Yang dibutuhkan sekarang adalah keberanian untuk menegakkan hukum tanpa pandang siapa pelakunya.

INI UJIAN NEGARA HUKUM

Ini adalah ujian bagi kita semua: Apakah aturan berlaku sama untuk semua warga negara, atau hanya berlaku bagi mereka yang tidak memiliki kedudukan dan kekuasaan?

KESIMPULAN

Kebenaran tidak butuh kekuasaan untuk berdiri. Tapi kekuasaan yang benar harus melayani kebenaran.

Dan pada akhirnya, sejarah selalu mencatat: kebenaran akan selalu menang.

 

 

Exit mobile version