Masyarakat Gresik Tagih Janji 60 Persen Pekerja Lokal

Oplus_131072

Gresik,Giriaktual.comGerakan Pemuda Nusantara (Genpatra) Bersama Masyarakat Gresik dalam tema Gresik Menggugat mendatangi kantor Bupati, mereka menuntut 60% (persen) janji pemerintah agar bekerja di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE Gresik, Senin, (29/9/2025).

Menurut Ali Candi (Genpatra) pemerintah tidak menepati janjinya untuk menyerap tenaga lokal sebanyak 60%. Padahal, janji itu telah disepakati oleh Bupati Gresik dan PT. BKMS (Berkah Kawasan Manyar Sejahtera) pada tahun 2021.

Faktanya kesepakatan tersebut hanyalah sebuah janji belaka, bahwa warga gresik masih banyak yang tidak bekerja, hal tersebut disampaikan oleh Ali saat diskusi dengan bupati Gresik dihalaman depan kantor Bupati Gresik.

“Intinya warga gresik masih banyak yang menganggur, ingin bekerja di pabrik tanpa persyaratan apapun, bahkan kita sudah pernah menyepakati pada tahun 2021 sebelum adanya Perda, dan BKMS juga ikut menyetujui, “terang Ali di hadapan para pendemo.

Ali menambahkan, agar bupati Gresik segera mencari solusi terhadap masyarakat yang tidak bekerja minimal berapa persen hari ini yang harus diterima bekerja,

“Jadi tolong carikan solusi agar masyarakat gresik ini bisa bekerja di pabrik tanpa syarat, “terang Ali.

Menanggapi hal tersebut perwakilan dari PT. BKMS menyampaikan, bahwa hal itu sudah dilakukannya melalui kerjasama dengan pihak Disnaker melalui proses rekruitmen, sampai seberapa jauh serapan yang ada di kawasan JIIPE.

“Jadi perlu di pahami bahwa perusahaan yang ada di JIIPE masih belum banyak, saat ini kurang lebih 8 sampai 10 perusahaan, dimana dengan kapasitas masing-masing perusahaan.

Sebelumnya hanya ada 6 sampai 7 perusahaan, kemudian ditambah 3 perusahaan lagi yaitu PT. Freeport, PT. Singgi dan PT. KIA.

Sampai saat ini belum ada tambahan industri baru. “Jadi apa yang telah disampaikan pada saat itu sudah di lakukan,” jelasnya.

Sementara itu Gus Yani juga menambahkan dalam perekrutan tenaga kerja pihaknya tidak ada yang mengatasnamakan ring, melainkan semua warga Gresik,

“jadi jelas, belum banyak industri yang ada di JIIPE, maka patut kita jaga bersama.

Ia juga menghimbau, kepada masyarakat silakan menyampaikan aspirasinya asalkan tidak anarkis,” Demo boleh, tapi jangan anarkis, karena menjaga kondusifitas keamanan di kabupaten gresik, bertujuan agar investasi semakin meningkat,” tutupnya.

Penulis: NRPEditor: Fr351
Exit mobile version