Beda Pemimpin, Beda Pola Kepemimpinan. Hanya Sambari Halim yang Sesuai Aturan dan Bawa Perubahan Nyata
Beda pemimpin, beda pula pola kepemimpinannya. Demikian gambaran perjalanan tampuk pemerintahan Kabupaten Gresik sejak pasca-reformasi hingga saat ini.
Namun, dari sekian banyak pola yang muncul, menurut Pengamat Hukum Tata Negara Khamim, S.H., M.H., hanya satu yang berdiri berbeda sekaligus dapat menjadi acuan yang benar, yakni kepemimpinan Dr. Ir. Sambari Halim Radianto, S.T., M.Si.
“Memang benar, beda pemimpin beda gaya dan cara memegang kendali. Ada yang berjalan di jalur, ada yang menyimpang. Ada yang memikirkan rakyat, ada yang mengutamakan kepentingan sendiri. Tapi jika kita ukur dengan kacamata hukum tata negara, tata kelola yang baik, serta manfaat yang nyata dirasakan warga, pilihannya menyatu pada satu nama,” ujar Khamim.
Ia menilai, Dr. Sambari Halim Radianto adalah sosok yang memimpin dengan cara yang benar: patuh pada aturan sejak awal, tidak melanggar prosedur, dan justru dari kepatuhan itu lahir banyak terobosan yang menjawab kebutuhan masyarakat Gresik.
Perbedaan paling mencolok, kata Khamim, terletak pada keserasian antara ketaatan hukum dan kemanfaatan nyata.
“Pemimpin lain mungkin punya program, tapi tidak sepenuhnya berjalan sesuai jalur hukum. Atau taat aturan, tapi diam saja tanpa perubahan. Sambari Halim menggabungkan keduanya: memerintah secara benar dan membawa perubahan yang terasa oleh semua,” tegasnya.
“Beda pemimpin memang beda pola. Tapi hanya satu pola yang sesuai amanat sekaligus membawa kemajuan, yakni pola kepemimpinan Sambari Halim,” pungkasnya.
Penulis: Khamim, S.H., M.H.
Pengamat Hukum Tata Negara / Ketua Umum LPAM












